Belajar dari Wajah

Januari 13, 2010

Menarik sekali jika kita terus menerus belajar tentang fenomena apa pun yang terjadi dalam hiruk-pikuk kehidupan ini. Tidak ada salahnya kalau kita buat semacam target. Misalnya, hari ini kita belajar tentang wajah. Wajah? Ya, wajah. Karena masalah wajah bukan hanya masalah bentuknya, tapi yang utama adalah pancaran yang tersemburat dari si pemilik wajah tersebut.

Ketika pagi menyingsing, misalnya, tekadkan dalam diri: “Saya ingin tahu wajah yang paling menenteramkan hati itu seperti apa? Wajah yang paling menggelisahkan itu seperti bagaimana?” Karena pastilah hari ini kita akan banyak bertemu dengan wajah orang per orang. Ya, karena setiap orang pastilah punya wajah. Wajah istri, suami, anak, tetangga, teman sekantor, orang di perjalanan, dan sebagainya. Nah, ketika kita berjumpa dengan siapa pun hari ini, marilah kita belajar ilmu tentang wajah.

Subhanallah, pastilah kita akan bertemu dengan beraneka macam bentuk wajah. Tiap wajah ternyata dampaknya berbeda-beda kepada kita. Ada yang menenteramkan, ada yang menyejukkan, ada yang menggelikan, ada yang menggelisahkan, dan ada pula yang menakutkan. Lho, kok menakutkan? Kenapa? Apa yang menakutkan karena bentuk hidungnya? Tentu saja tidak! Sebab ada yang hidungnya mungil tapi menenteramkan. Ada yang sorot matanya tajam menghujam, tapi menyejukkan. Ada yang kulitnya hitam, tapi penuh wibawa.

Pernah suatu ketika berjumpa dengan seorang ulama dari Afrika di Masjidil Haram. Subhanallah, walaupun kulitnya tidak putih, tidak kuning, tetapi ketika memandang wajahnya, sejuk sekali! Senyumnya begitu tulus meresap ke relung kalbu yang paling dalam. Sungguh bagai disiram air sejuk menyegarkan di pagi hari.

Ada pula seorang ulama yang tubuhnya mungil, dan diberi karunia kelumpuhan sejak kecil. Namanya Syekh Ahmad Yassin, pemimpin spiritual gerakan Intifadah, Palestina. Ia tidak punya daya, duduknya saja di atas kursi roda. Hanya kepalanya saja yang bergerak. Tapi, saat menatap wajahnya, terpancar kesejukan yang luar biasa. Padahal, beliau jauh dari ketampanan wajah sebagaimana yang dianggap rupawan dalam versi manusia. Tapi, ternyata dibalik kelumpuhannya itu beliau memendam ketenteraman batin yang begitu dahsyat, tergambar saat kita memandang sejuknya pancaran rona wajahnya.

Nah, saudaraku, kalau hari ini kita berhasil menemukan struktur wajah seseorang yang menenteramkan, maka caru tahulah kenapa dia sampai memiliki wajah yang menenteramkan seperti itu. Tentulah, benar-benar kita akan menaruh hormat. Betapa senyumannya yang tulus; pancaran wajahnya, nampak ingin sekali ia membahagiakan siapa pun yang menatapnya. Dan sebaliknya, bagaimana kalau kita menatap wajah lain dengan sifat yang berlawanan; (maaf, bukan bermaksud meremehkan) ada pula yang wajahnya bengis, struktur katanya ketus, sorot matanya kejam, senyumannya sinis, dan sikapnya pun tidak ramah. Begitulah, wajah-wajah dari saudara-saudara kita yang lain, yang belum mendapat ilmu, bengis dan ketus. Dan ini pun perlu kita pelajari.

Ambillah kelebihan dari wajah yang menenteramkan, yang menyejukkan tadi menjadi bagian dari wajah kita. Buang jauh-jauh raut wajah yang tidak ramah, tidak menenteramkan, dan yang tidak menyejukkan.

Tidak ada salahnya jika kita evalusi diri di depan cermin. Tanyalah, raut seperti apakah yang ada di wajah kita ini? Memang ada diantara hamba-hamba Allah yang bibirnya di desain agak berat ke bawah. Kadang-kadang menyangkanya dia kurang senyum, sinis, atau kurang ramah. Subhanallah, bentuk seperti ini pun karunia Allah yang patut disyukuri dan bisa jadi ladang amal bagi siapa pun yang memilikinya untuk berusaha senyum ramah lebih maksimal lagi.

Sedangkan bagi wajah yang untuk seulas senyum itu sudah ada, maka tinggal meningkatkan lagi kualitas senyum tersebut, yaitu untuk lebih ikhlas lagi. Karena senyum di wajah, bukan hanya persoalan menyangkut ujung bibir saja, tapi yang utama adalah, ingin tidak kita membahagiakan orang lain? Ingin tidak kita membuat di sekitar kita tercahayai? Nabi Muhammad saw memberikan perhatian yang luar biasa kepada setiap orang yang bertemu dengan beliau sehingga orang itu merasa puas. Kenapa puas? Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw bila ada orang yang menyapanya, menganggap orang tersebut adalah orang yang paling utama di hadapan beliau. Sesuai kadar kemampuannya.

Walhasil, ketika Nabi saw berbincang dengan siapa pun, maka orang yang diajak berbincang ini senantiasa menjadi curahan perhatian. Tak heran bila cara memandang, cara bersikap, ternyata menjadi atribut kemuliaan yang beliau contohkan. Dan itu ternyata berpengaruh besar terhadap sikap dan perasaan orang yang diajak bicara.

Ada pun kemuramdurjaan, ketidakenakkan, kegelisahan itu muncul karena kita belum menganggap orang yang ada dihadapan kita orang yang paling utama. Makanya, terkadang kita melihat seseorang itu hanya separuh mata, berbicara hanya separuh perhatian. Misalnya, ketika ada seseorang yang datang menghampiri, kita sapa orang itu sambil baca koran. Padahal, kalau kita sudah tidak mengutamakan orang lain, maka curahan kata-kata, cara memandang, cara bersikap, itu tidak akan punya daya sentuh. Tidak punya daya pancar yang kuat.

Orang karena itu, marilah kita berlatih diri meneliti wajah, tentu saja bukan maksud untuk meremehkan. Tapi, mengambil tauladan wajah yang baik, menghindari yang tidak baiknya, dan cari kuncinya kenapa sampai seperti itu? Lalu praktekkan dalam perilaku kita sehari-hari. Selain itu belajarlah untuk mengutamakan orang lain!

Mudah-mudahan kita dapat mengutamakan orang lain di hadapan kita, walaupun hanya beberapa menit, walaupun hanya beberapa detik, subhanallah. (AA Gym)

8 Bln…

Januari 13, 2010

ga trasa dah 8 bulan dibekasi…kota yang

lumayan nyaman,ga jauh beda ma ngawi…he2…tpi bedanya bekasi banyak molnya klo ngawi cuma mil…(klo gedhe mol klo kcil mil begitu maksudyna)…agar pikiran tetep sehat sesekali Refreshing di MM bekasi lumayan numpang ngadem karena ada ACnya(dasar wong ndweso),trus bisa numpang baca gratis digramed(uww maunya),bisa clingak-clinguk,lirak-lirik…(uft bukan muhrim,salah sendiri lewat didepan gue mubadzir kalo ga diliat…hwaaa)…tuk menjaga kesehatan badan ga lupa maen futsal,meski nafas ngos-ngosan…cibitung futsal arena markas pasukan bodrex navigat…susunan pemain:stiker(jeps,aku dewe soale aku moh nek dikon bek(hwaaa),whely,opet…Playmeker:Nurman,Asep,Csri,Baim,

Deki…Devender:Kelik,do2t,arya,firman…Keeper:tinto,ivan…sopo wani hayooo???…
Alhmdulillah ya Rabb untuk semua nikmat yang telah Engkau berikan dan semoga hari-hari hamba menjadi hari-hari yang penuh manfa’at…Amin…Tidak lupa semoga keselematan selalu tercurahkan untuk kita semua amin…untuk temen-temen yang ada di wm(ms sis,lek eko,ocs group,n semua kru ph 4,5… di blik papan bpake,ms had n friend…dibgor da ms :tek,wkdin,ndro n smw…

TNK’S  TO ALL…

YOUR IS MY BEST FRIEND…

GOOG LUCK TO ALL…

Khutbah Rasulullah Menyambut Bulan Ramadhan
Bismillahirrahmanir rahiim, smoga bermanfaat.. .
Baca entri selengkapnya »

Bersyukur dan Bahagia

Agustus 9, 2009

Alkisah, ada seorang pedagang kaya yang merasa dirinya tidak bahagia. Dari pagi-pagi buta, dia telah bangun dan mulai bekerja. Siang hari bertemu dengan orang-orang untuk membeli atau menjual barang. Hingga malam hari, dia masih sibuk dengan buku catatan dan mesin hitungnya. Menjelang tidur, dia masih memikirkan rencana kerja untuk keesokan harinya. Begitu hari-hari berlalu. Baca entri selengkapnya »

kisah pencuri

Juni 19, 2009

pada tahun 1887, disebuah toko makanan kecil, Seorang pria yang tampak terkemuka berumur lebih kurang 60 tahun
membeli lobak hijau. Dia menyerahkan kepada pelayan selembar uang dua puluh dolar dan menunggu kembaliannya. Pelayan toko menerima uang dan mulai memasukkannya ke laci sementara dia mengambil kembalian.

Baca entri selengkapnya »

pak bolot

Juni 19, 2009

Saat mau pergi kerja, pak Bolot seperti biasa harus 
menyebrang jalan. Namun kali ini pak Bolot menyebrang di 
tempat yang salah. Kebetulan ada seorang polisi. Pak Polisi 
tersebut tentu saja menegur pak Bolot: Baca entri selengkapnya »

Seorang teman yang sangat menyukai musik pernah berkata, bahwa musik bisa membuat perasaan menjadi halus dan peka. Saya percaya dengan apa yang dikatakannya,karena saya melihat muka ramah dan ceria yang dimiliki Pianis Richard Clayderman atau Saxophonis Kenny G. Di foto-foto mereka kesan ramah dan bersahaja selalu melekat pada wajah mereka. Baca entri selengkapnya »

Yuh dah lama ga posting

Juni 18, 2009

yuh dah lama ga posting kasian blogku…

lagi sibuk dengan dunia baru,kerjaan baru,kegiatan2 baru,teman2 baru etc..

ga kerasa dah sebulan di jakarta,hem…ternyata enak juga ya tinggal dijakarta…

ramei and smuanya ada disini,huh…pokoke seru abis…

met tinggal sobat…

Mei 4, 2009

hari minggu tanggal 10 mei 2009…

sungguh hari yang sangat sulit buatku…

karena aku harus berpisah dengan temen2ku…

demi  setitik asa diibukota… Baca entri selengkapnya »

Kangen Ngawi…

April 14, 2009

dah tiga bulan ninggalin ngawi jadi kangen…

inget Bapak,Ibu,Saudara dan Temen-temen disana…

gimana kabar mereka ya?…lagi pada ngapain ya mereka sekarang?…

inget bengawan solone tempat bluron waktu kecil,cucul klambi trus byur…hem segere… Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.